DISSAPPEAR

1 Apr 2011

aku ingin mas rubah sifat mas yang sekarang, aku ingin mas jadi mas yang dulu
Sebuah pesan yang sedikit mencengangkan bagiku, ketika jiwa yang sepi tengah di jenguk oleh wanita kecil yang tak cantik. Ya, dia tak cantik tapi cukup untuk membuat jiwa ini bergerak kepada kebahagiaan. Dan pesan itupun membuat ku tercengang. Sejenak aku berfikir tentang diriku sendiri, merokok? Hanya merokok, ku pikir itulah penyebabnya.
Tapi ternyata bukan hanya merokok yang menjadi sebab munculnya pesan itu, setelah dia bicara sendiri padaku tentang sebuah kejujuran. Saat itulah terasa dalam hati yang kacau ini sebuah sayatan sang BATHOSAI cinta menghunusmerajalela di bawah kesadaran hakiki yang tertindas. Bukan karena siapa-siapa, semua gara-gara bagian diri yang telah liar tak terkendali yang bangun dan menghancurkan jiwa terkunjungi.
Bekas sayatan masih terasa sampai disaat dimana dia meninggalkanku, sang pemilik jiwa kesepian. Panggilan jiwaku tak lagi di gubris, tak lagi di pedulikan panggilan jiwaku ini. Bersama tiupan anginkesepian aku mencoba untuk bangkit. Semua usahaku terasa seberat mengangkat sekarung pasir di dalam sungai yang tengah di landa banjir. Terasa bangkit dari bumi ke langit. Begitu sulit namun kan tetap ku coba.
Keinginanku tak lagi tercapai, membuat sepi semakin sepi. Teman mungkin menjadi penawar, tapi tak mampu menghentikan rasa sepi ini. Seperti X-panex yang tengah bereaksi bagi sang pecandu, hilang sesaat pun akhirnya kembali. Aku ingin berteriak disini tapi aku juga tak mau terlihat lemah di depannya. So, izinkanlah aku berteriak dalam tulisan ini kawan!
aku menyayangimu Lie, aku tak tahu apa yang bisa aku lakukan untuk menebus kesalahanku padamu. Tapi izinkanlah sebuah kesempatan darimu menemuiku dan menyapaku. Aku hanya butuh 1 kesempatan dan aku berjanji akan menebus kesalahanku. Biarkan naluri dewasamu mengendalikanmu Lie, tapi jangan biarkan dia menguasaimu. Beri aku kesempatan. Hanya 1 kesempatan. Aku menyayangimu bukan untuk di acuhkan seperti ini Lie. Buka mata kedewasaanmu lebar-lebar dan kembalilah pada jiwaku. Kalau aku boleh menyatakannya, aku mencintaimu sepenuh jiwa yang tengah kesepian ini. Aku janji tidak akan pernah mengulang kesalahan ku lagi, izinkan aku menidurkan bagian LIAR dalam tubuh ini, di dalam jiwa yang paling dalam.
SELALU MERINDUKANMU
I-EL-AI-EI


TAGS selalu merindu "cerpen"


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post


Categories

Archive